@kalifernandess: Ta no ar: Meu diário de noiva 👰🏼‍♀️💍✨ Episodio 1. A lista de convidados #casal #casamento #noiva #noivadoano #casamentodoano #diariodenoiva

Kaliandra Fernandes
Kaliandra Fernandes
Open In TikTok:
Region: BR
Friday 16 August 2024 14:48:19 GMT
316
30
1
0

Music

Download

Comments

livedopacoca
🎼Paçoca ✨🌽🐻🚀🐆 :
eu sei que não recebi o convite 🥺🥺🥺
2024-08-18 22:10:39
0
To see more videos from user @kalifernandess, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

💔  𝗥𝗶𝗻𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮: 𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗧𝗿𝗮𝗴𝗶𝘀 𝗜𝗿𝗲𝗻𝗲 𝗦𝗼𝗸𝗼𝘆 Malam itu, seharusnya menjadi malam yang penuh harapan, di mana cinta pasangan suami istri, Irene Sokoy dan Neil Kabey, akan berwujud menjadi tangisan kehidupan. Namun, takdir berkata lain. Malam itu, harapan berubah menjadi duka yang mengguncang nurani. Irene, seorang kader Posyandu dan Sekretaris PKK yang sehari-hari mendedikasikan diri untuk kesehatan masyarakat di Kampung Hobong, kini justru berjuang untuk nyawanya sendiri dan calon buah hatinya. Kontraksi hebat menusuknya, memberi isyarat bahwa waktu telah tiba, namun fasilitas medis terasa begitu jauh. Di tengah kegelapan, Neil, sang suami, dengan sekuat tenaga mendayung perahu kecil mereka, membelah air yang dingin, membawa istrinya menuju secercah harapan: rumah sakit. Dalam setiap kayuhan, ada doa dan janji untuk masa depan. Namun, yang mereka temui bukanlah uluran tangan, melainkan pintu-pintu besi yang tertutup
💔 𝗥𝗶𝗻𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮: 𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗧𝗿𝗮𝗴𝗶𝘀 𝗜𝗿𝗲𝗻𝗲 𝗦𝗼𝗸𝗼𝘆 Malam itu, seharusnya menjadi malam yang penuh harapan, di mana cinta pasangan suami istri, Irene Sokoy dan Neil Kabey, akan berwujud menjadi tangisan kehidupan. Namun, takdir berkata lain. Malam itu, harapan berubah menjadi duka yang mengguncang nurani. Irene, seorang kader Posyandu dan Sekretaris PKK yang sehari-hari mendedikasikan diri untuk kesehatan masyarakat di Kampung Hobong, kini justru berjuang untuk nyawanya sendiri dan calon buah hatinya. Kontraksi hebat menusuknya, memberi isyarat bahwa waktu telah tiba, namun fasilitas medis terasa begitu jauh. Di tengah kegelapan, Neil, sang suami, dengan sekuat tenaga mendayung perahu kecil mereka, membelah air yang dingin, membawa istrinya menuju secercah harapan: rumah sakit. Dalam setiap kayuhan, ada doa dan janji untuk masa depan. Namun, yang mereka temui bukanlah uluran tangan, melainkan pintu-pintu besi yang tertutup "Irene butuh pertolongan! Bayi kami!" mungkin jeritan Neil teredam oleh kesibukan dan prosedur yang tak berperasaan. Satu per satu, rumah sakit yang seharusnya menjadi benteng terakhir kemanusiaan, menolak mereka. Alasan administrasi, kurangnya tenaga, atau prosedur yang berbelit, entah apa pun alasannya, semuanya terasa kejam. Mereka tidak melihat manusia yang sekarat, mereka hanya melihat sebuah berkas yang tidak lengkap. Waktu terus berjalan, dan harapan Irene perlahan memudar seiring dengan tenaganya yang terkuras. Di pangkuan sang suami, setelah penolakan yang tak terhitung, jiwa Irene dan bayinya menyerah. Neil Kabey, yang tadi malam adalah seorang suami yang penuh harapan, kini mendayung kembali dalam keheningan yang memilukan. Perahu itu kini membawa dua jasad tak bernyawa, saksi bisu betapa mahalnya sebuah nyawa di tanah sendiri. Kematian Irene bukan hanya kehilangan bagi keluarga kecil mereka, tetapi tamparan keras bagi sistem kesehatan. Bagaimana mungkin seorang ibu yang telah melayani masyarakatnya, harus meregang nyawa karena tidak mendapatkan pertolongan medis darurat? Air mata Neil Kabey di atas pusara istri dan bayinya adalah cerminan dari kegagalan kita bersama—sebuah ratapan pahit dari hati yang hancur, menuntut keadilan atas cinta yang direnggut oleh birokrasi dan ketidakpedulian. Semoga Irene dan bayinya beristirahat dalam damai. #fypシ #foryou #fyppppppppppppppppppppppp

About