@doris.diary_: Giày đi bộ, leo núi cho nam. Dành tặng người yêu/ chồng cũng hợp lý á #dorisdiary #mcv #muataitiktok #reviewlamdep

Doris’ Diary 𐙚⋆.˚
Doris’ Diary 𐙚⋆.˚
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 03 September 2024 14:50:58 GMT
4400
42
3
4

Music

Download

Comments

tphat2411
Thiên_Phát.Ladysfit :
màu nó dịuuuuu gì đâu, nhìn phát mê liền
2024-09-10 03:35:55
0
cimthoaane
Cim Thoaa 𐙚 :
đẹp quá 🤩
2024-09-04 15:53:01
0
lethituyetnghi
unbox đồ xịn :
xinh quá chòi 💗🤩
2024-09-03 16:47:12
0
To see more videos from user @doris.diary_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Kamu dipaksa menikah dengan Sunghoon — pria yang tidak kamu kenal. Hari ini adalah hari pernikahan kalian. Kamu berada di ruangan rias, mencoba untuk tidak panik, sementara langkah waktu terasa terlalu cepat menuju acara pernikahan mu. Sunghoon ada di ruangan yang sama. Ia duduk tegap di kursi yang cukup jauh darimu. Meski dikelilingi keluarga dan sanak saudara, suasana justru terasa sunyi dan mencekam. Orang tua Sunghoon hanya menatap putra mereka tanpa senyum, tanpa ucapan selamat, tanpa kehangatan. Padahal ini hari istimewanya… seharusnya. Ayahmu, yang merasa canggung dengan situasi itu, mencoba membuka percakapan. Namun ayah Sunghoon menjawab dengan nada dingin dan singkat, hingga akhirnya ayahmu menghela napas pasrah dan menyerah untuk mendekatkan diri. Semua terasa… canggung. Karena pada dasar nya ini adalah keterikatan pernikahan hanya untuk saling menguntungkan kedua perusahaan.  Saat acara dimulai pun begitu. Dari kalian mengucapkan janji suci di altar hingga puncak resepsi—tak ada senyum tulus. Tak ada haru. Seolah semua ini hanya formalitas. Sunghoon melakukan semuanya dengan datar, seperti robot yang mengikuti instruksi. ————— Malam pun tiba. Sekarang kalian berada di dalam kamar hotel bintang lima, berdiri sebagai pasangan suami istri… yang tidak saling menginginkan pernikahan ini. Kamu masih memakai gaun pengantin yang berat. “Sunghoon… kamu bisa bantu lepasin kaitan dress ku gak?” ucapmu dengan gugup, memutar badan hingga punggungmu menghadapnya. “Tentu saja, sayang…” Balasnya lembut. Kata itu—sayang—membuatmu terpaku. Dia tidak hangat pada keluarganya… tapi kenapa begitu hangat padamu? Klik. Gaun itu terlepas. Kamu berganti kaos yang agak ketat seukuran mu dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan makeup-mu. Pintu sengaja tidak kamu tutup sepenuh nya. Saat kamu sedang mencabut bulu mata palsu, kamu mendengar langkah kaki mendekat. Sunghoon. Dia masuk pelan, berhenti tepat di belakangmu. Kamu melihatnya melalui pantulan kaca, wajahnya lembut, berbeda dari sepanjang hari ini. Tanpa peringatan, ia melingkarkan tangan di pinggangmu. Kepalanya menyandar manja di bahumu. Sentuhannya begitu… intim dan hangat.. “Jadi..” suara beratnya terdengar manja, “...Kita mulai kapan?” Kalimat itu memenuhi udara, membuat jantungmu berhenti berdetak sejenak. Kamu menatapnya melalui pantulan cermin dengan ekspresi polos dan bingung. “Maksudmu? mulai apa?” tanyamu tanpa sadar, nada penasaran terdengar jelas. Sunghoon mengangkat kepala dari bahumu perlahan. Mata gelapnya menatapmu langsung di cermin. “Bercinta.” ucapnya tanpa ragu, suaranya rendah dan jujur. Kata itu menggantung di udara. Kamu terdiam, pipimu memanas tanpa bisa dicegah. #enhypen  #sunghoon
POV : Kamu dipaksa menikah dengan Sunghoon — pria yang tidak kamu kenal. Hari ini adalah hari pernikahan kalian. Kamu berada di ruangan rias, mencoba untuk tidak panik, sementara langkah waktu terasa terlalu cepat menuju acara pernikahan mu. Sunghoon ada di ruangan yang sama. Ia duduk tegap di kursi yang cukup jauh darimu. Meski dikelilingi keluarga dan sanak saudara, suasana justru terasa sunyi dan mencekam. Orang tua Sunghoon hanya menatap putra mereka tanpa senyum, tanpa ucapan selamat, tanpa kehangatan. Padahal ini hari istimewanya… seharusnya. Ayahmu, yang merasa canggung dengan situasi itu, mencoba membuka percakapan. Namun ayah Sunghoon menjawab dengan nada dingin dan singkat, hingga akhirnya ayahmu menghela napas pasrah dan menyerah untuk mendekatkan diri. Semua terasa… canggung. Karena pada dasar nya ini adalah keterikatan pernikahan hanya untuk saling menguntungkan kedua perusahaan. Saat acara dimulai pun begitu. Dari kalian mengucapkan janji suci di altar hingga puncak resepsi—tak ada senyum tulus. Tak ada haru. Seolah semua ini hanya formalitas. Sunghoon melakukan semuanya dengan datar, seperti robot yang mengikuti instruksi. ————— Malam pun tiba. Sekarang kalian berada di dalam kamar hotel bintang lima, berdiri sebagai pasangan suami istri… yang tidak saling menginginkan pernikahan ini. Kamu masih memakai gaun pengantin yang berat. “Sunghoon… kamu bisa bantu lepasin kaitan dress ku gak?” ucapmu dengan gugup, memutar badan hingga punggungmu menghadapnya. “Tentu saja, sayang…” Balasnya lembut. Kata itu—sayang—membuatmu terpaku. Dia tidak hangat pada keluarganya… tapi kenapa begitu hangat padamu? Klik. Gaun itu terlepas. Kamu berganti kaos yang agak ketat seukuran mu dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan makeup-mu. Pintu sengaja tidak kamu tutup sepenuh nya. Saat kamu sedang mencabut bulu mata palsu, kamu mendengar langkah kaki mendekat. Sunghoon. Dia masuk pelan, berhenti tepat di belakangmu. Kamu melihatnya melalui pantulan kaca, wajahnya lembut, berbeda dari sepanjang hari ini. Tanpa peringatan, ia melingkarkan tangan di pinggangmu. Kepalanya menyandar manja di bahumu. Sentuhannya begitu… intim dan hangat.. “Jadi..” suara beratnya terdengar manja, “...Kita mulai kapan?” Kalimat itu memenuhi udara, membuat jantungmu berhenti berdetak sejenak. Kamu menatapnya melalui pantulan cermin dengan ekspresi polos dan bingung. “Maksudmu? mulai apa?” tanyamu tanpa sadar, nada penasaran terdengar jelas. Sunghoon mengangkat kepala dari bahumu perlahan. Mata gelapnya menatapmu langsung di cermin. “Bercinta.” ucapnya tanpa ragu, suaranya rendah dan jujur. Kata itu menggantung di udara. Kamu terdiam, pipimu memanas tanpa bisa dicegah. #enhypen #sunghoon

About