@andidoank490: BuAt DiRikU,, MaaF SuDah BrjuaNg SekEraS iNi,,⚔️🌪️⚔️ #pejalansunyi# https://vt.tokopedia.com/t/ZSHnABjGXQVna-FYYQL/

☠️☬𝐑αᑯ𝗃α 𝐀𐓣𝗀𝗂𐓣☬☠️
☠️☬𝐑αᑯ𝗃α 𝐀𐓣𝗀𝗂𐓣☬☠️
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 23 September 2025 16:03:09 GMT
28037
1261
90
384

Music

Download

Comments

iismaya422
💞Qiran iismaya 💞 :
Asalamualaikum kkqu,salam sehat sllu
2025-11-27 02:09:20
1
slm_1_jiwa
Ins@n_titipan :
Assalamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh. santun sore,, slm sehat slm smngt slm1jiwa,,, 🙏
2025-09-24 07:05:18
1
taufik4312
taufik :
Assalamualaikum...👌
2025-11-28 03:43:44
0
yanti.ajaa67
༄🍂⃟𝐘𝐚𝐧𝐭𝐢_𝓪𝓳𝓪❄️⃝𝘿▶ :
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh hadir santun malam sobat ku🙏😊💪
2025-10-06 13:48:29
0
m4t4h4r175
M4t4h4R175 :
Terimakasih kasih untuk ragaku yg berjuang keras sampai saat ini Aamiin3x ya rabbal Al-Amiin 💙😊💪
2025-11-10 02:34:01
1
teana017
💙 Biu Biu 76 💙 :
trm ksh sdh mengingatkan utk menyapa diri sendiri yg sering terabaikan 🙏🙏🥰
2025-09-24 08:54:10
1
mamairen88
Irene alexandra :
semangat SLU sayank... indahx ikhlas,mo ngapain j,pasti seneng,sekeras apapun itu akan sangat nikmat klw dikerjakan dgn lillahitaala☺☺👍👍👍👍
2025-09-23 22:13:53
3
dela._25
❤️‍🩹dela " د " :
trimakasih juga buat diriku sudah berjuang sekuat ini 🥀
2025-09-24 04:37:16
0
jasiiir5775
jasirrudin :
matap kata2 nya semangat kk
2025-10-18 10:50:49
1
aliyar0420
aliar0420 :
keren👍👍👍👍🥰
2025-09-24 02:54:54
1
r21nv24i
indh_ :
izin post ulang
2025-09-28 19:25:22
0
mitchlucker202
༒𝓜𝓲𝓽𝓬𝓱𝓛𝓾𝓬𝓴𝓮𝓡༒ :
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh cs ☺️✌️🫴☕
2025-09-27 02:22:48
2
4h_m4t.h1jr4h
4h_m4t h1jr4h :
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semangat kk
2025-10-17 10:00:13
1
betsi2341
KHUYANG MAYAK79 :
tetap semangat srta tetap bersyukur kita,Tuhan sllu ada utk kita Amin 🤲
2025-09-23 23:48:02
1
aju6994
Aju :
Rasa Syukur pada diri itu Sebuah Kekuatan untk mnjd lbh kuat
2025-09-23 22:59:37
2
ratna.dewi76
Ratna Dewi :
assalamualaikum Wrwb slmt sore sahabat salam sukses selalu 🤲
2025-10-03 08:16:31
1
kean_1111
Ayoo :
izin ambil kak
2025-09-26 04:45:51
1
mamachino8226
ANNI :
oh
2025-10-05 05:06:21
0
erik1witama
Erik Witama :
hah biasa lah 😂😂😂
2025-10-13 00:09:28
1
maelelurtini
maelelurtini :
Assalamualaikum Kaka ijin share🙏🙏🙏
2025-10-04 06:40:42
1
din08272
din :
hebat kata2 ni bro
2025-10-01 13:46:06
1
shadowscout0
°° H∆Z€LN🔺√€iL°° ♨️ :
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh brother 🙏🙏😎😎✌️🤝👍
2025-10-07 13:45:27
2
auliafalisha
Aulia falisha :
semangat ya...☺
2025-09-26 01:59:46
1
ykila0
~$y@kila~ :
menarik 😏😏
2025-09-26 12:22:01
1
cinta_shafira74
💘Heningku❤️🇵🇸 :
assalamualaikum,kadang kenyataan tak sesuai harapan,hanya KPD Allah kita bergantung🙏
2025-10-01 21:57:20
1
To see more videos from user @andidoank490, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ketika Rakyat Menambal, Pejabat ke Mana? Masyarakat Lampung Barat kembali memperlihatkan sesuatu yang seharusnya membuat para pemegang kekuasaan di daerah ini malu setengah mati: gotong-royong dan swadaya terus menjadi “anggaran darurat” untuk infrastruktur publik yang semestinya ditanggung pemerintah. Belum lama ini, jalan menuju Pekon Sukarame di Kecamatan Balikbukit dicor menggunakan dana swadaya warga. Bukan jumlah kecil—masyarakat merogoh kocek, tenaga, dan waktu hanya untuk memastikan akses transportasi mereka layak dilalui. Setelah itu, di Seranggas, Kelurahan Pasar Liwa, masyarakat kembali turun tangan membangun flayover darurat untuk mengatasi jalan putus yang tak kunjung disentuh anggaran resmi. Dan kini, giliran warga Pekon Banding Agung, Kecamatan Suoh, yang kembali berjibaku memperbaiki jembatan. Mereka bekerja seakan tidak ada pemerintah di wilayah ini. Padahal, jelas dan terang-benderang, infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan adalah kewenangan pemerintah daerah, bukan urusan dompet warga. Pertanyaannya: Anggaran itu sebenarnya ke mana? APBD bukan hanya pajangan dalam dokumen tebal, bukan pula sekadar deretan angka untuk dibacakan saat paripurna. Rakyat membayar pajak, retribusi, dan berbagai pungutan sah lainnya. Tetapi ketika jalan rusak, jembatan ambruk, dan akses terputus, justru rakyat pula yang diminta “memahami keterbatasan anggaran”. Ironisnya, Pemerintah Daerah Lampung Barat tampak begitu lihai menjelaskan program, visi, dan target—tetapi gagap ketika diminta menjawab mengapa rakyat harus menggantikan peran pemerintah. Infrastruktur bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar. Jika masyarakat terus dipaksa swadaya dari tahun ke tahun, ini menandakan kegagalan tata kelola, bukan keberhasilan gotong-royong. Gotong-royong memang mulia. Tetapi ketika menjadi rutinitas karena negara absen, itu bukan lagi budaya luhur—itu peringatan keras bahwa ada yang tidak beres dalam perencanaan dan penyerapan anggaran. Saat rakyat sudah berkali-kali turun tangan, seharusnya pemerintah tidak hanya turun melihat, tapi bertindak. Transparansi anggaran harus dibuka, prioritas pembangunan harus dievaluasi, dan setiap keterlambatan harus dijelaskan secara jujur, bukan ditutup dengan narasi manis. Sampai hari ini, satu pertanyaan tetap menggantung di udara Lampung Barat: Jika rakyat sudah membangun jalan, jembatan, dan flayover, lalu pemerintah sedang sibuk mengurus apa? #lampungbarathebat #swadaya
Ketika Rakyat Menambal, Pejabat ke Mana? Masyarakat Lampung Barat kembali memperlihatkan sesuatu yang seharusnya membuat para pemegang kekuasaan di daerah ini malu setengah mati: gotong-royong dan swadaya terus menjadi “anggaran darurat” untuk infrastruktur publik yang semestinya ditanggung pemerintah. Belum lama ini, jalan menuju Pekon Sukarame di Kecamatan Balikbukit dicor menggunakan dana swadaya warga. Bukan jumlah kecil—masyarakat merogoh kocek, tenaga, dan waktu hanya untuk memastikan akses transportasi mereka layak dilalui. Setelah itu, di Seranggas, Kelurahan Pasar Liwa, masyarakat kembali turun tangan membangun flayover darurat untuk mengatasi jalan putus yang tak kunjung disentuh anggaran resmi. Dan kini, giliran warga Pekon Banding Agung, Kecamatan Suoh, yang kembali berjibaku memperbaiki jembatan. Mereka bekerja seakan tidak ada pemerintah di wilayah ini. Padahal, jelas dan terang-benderang, infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan adalah kewenangan pemerintah daerah, bukan urusan dompet warga. Pertanyaannya: Anggaran itu sebenarnya ke mana? APBD bukan hanya pajangan dalam dokumen tebal, bukan pula sekadar deretan angka untuk dibacakan saat paripurna. Rakyat membayar pajak, retribusi, dan berbagai pungutan sah lainnya. Tetapi ketika jalan rusak, jembatan ambruk, dan akses terputus, justru rakyat pula yang diminta “memahami keterbatasan anggaran”. Ironisnya, Pemerintah Daerah Lampung Barat tampak begitu lihai menjelaskan program, visi, dan target—tetapi gagap ketika diminta menjawab mengapa rakyat harus menggantikan peran pemerintah. Infrastruktur bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar. Jika masyarakat terus dipaksa swadaya dari tahun ke tahun, ini menandakan kegagalan tata kelola, bukan keberhasilan gotong-royong. Gotong-royong memang mulia. Tetapi ketika menjadi rutinitas karena negara absen, itu bukan lagi budaya luhur—itu peringatan keras bahwa ada yang tidak beres dalam perencanaan dan penyerapan anggaran. Saat rakyat sudah berkali-kali turun tangan, seharusnya pemerintah tidak hanya turun melihat, tapi bertindak. Transparansi anggaran harus dibuka, prioritas pembangunan harus dievaluasi, dan setiap keterlambatan harus dijelaskan secara jujur, bukan ditutup dengan narasi manis. Sampai hari ini, satu pertanyaan tetap menggantung di udara Lampung Barat: Jika rakyat sudah membangun jalan, jembatan, dan flayover, lalu pemerintah sedang sibuk mengurus apa? #lampungbarathebat #swadaya

About