@user142851465254: #لايك #لايك__explore___ #creatorsearchinsights مشاهير الشمالية دنقلا من الحاج يوسف سلام ٨٠٨ قفل مرق

معاذ منير808🥰
معاذ منير808🥰
Open In TikTok:
Region: SD
Thursday 27 November 2025 17:23:52 GMT
141
24
7
2

Music

Download

Comments

osmanmax249
𝕆𝕊𝕄𝔸N :
طريق السلامة ياخ ❤❤
2025-11-28 08:43:27
0
.8182865
محٍــــمدِ عبْدِآلُہآدِيَ 818✌ :
طريق السلامة ي زووووولـــــــــــــي 🥰🥰💔
2025-11-27 17:51:11
1
user1267739168808
عوض الباردابي🤍🤞 :
مافي كلام والله 🥰🥰🥰😁😁😁
2025-11-27 17:36:50
1
hamdiabdo577
⚔️🗡️الخـنجـر✨🗡️⚔️ :
🥰🥰🥰
2025-11-27 17:55:41
1
user4319168466107
محمد علي العازمي :
❤❤❤
2025-11-28 19:38:53
0
ahmadyasr17
احمدياسر العاذمي🇵🇸⚔️ :
❤❤❤
2025-11-28 06:57:54
0
.99936711
ود الكباشي999 :
🥰🥰🥰
2025-11-27 17:44:50
1
To see more videos from user @user142851465254, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mantan Kadis Kesehatan Toraja Utara Elisabeth, Pakai 'Rompi Pink' Cabjari Tana Toraja di Rantepao Terjerat Kasus BOK Toraja Utara, FAJAR -- Setelah RTP dan ASP ditangkap kasus dugaan Korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2024. Kini kasus tersebut masih bergulir, di Cabjari Tana Toraja di Rantepao. Kali ini mantan Kadis Kesehatan Toraja Utara, Elisabeth, memakai 'rompi pink' dari Cabjari Tana Toraja di Rantepao, Jumat (28/11/25). Ia diperiksa sejak pagi hingga sore ini. Pukul 17.40 WITA, ia kedatangan suami dan seorang anaknya, dan 1 pegawai Dinkes membawa pakaiannya. Pada pukul 18.00 Wita ia digelandang masuk mobil Kendaraan Tahanan Cabjari Rantepao dan dibawa menuju Kejari Tana Toraja Makale, untuk membawa berkas dan lanjut menuju Rutan Makale. Tak ada sepatah kata pum dari Tersangka. Hanya tertunduk lesu menggunakan masker putih. Cabjari Tana Toraja di Rantepao, Alexander Tanak, mengatakan bahwa
Mantan Kadis Kesehatan Toraja Utara Elisabeth, Pakai 'Rompi Pink' Cabjari Tana Toraja di Rantepao Terjerat Kasus BOK Toraja Utara, FAJAR -- Setelah RTP dan ASP ditangkap kasus dugaan Korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2024. Kini kasus tersebut masih bergulir, di Cabjari Tana Toraja di Rantepao. Kali ini mantan Kadis Kesehatan Toraja Utara, Elisabeth, memakai 'rompi pink' dari Cabjari Tana Toraja di Rantepao, Jumat (28/11/25). Ia diperiksa sejak pagi hingga sore ini. Pukul 17.40 WITA, ia kedatangan suami dan seorang anaknya, dan 1 pegawai Dinkes membawa pakaiannya. Pada pukul 18.00 Wita ia digelandang masuk mobil Kendaraan Tahanan Cabjari Rantepao dan dibawa menuju Kejari Tana Toraja Makale, untuk membawa berkas dan lanjut menuju Rutan Makale. Tak ada sepatah kata pum dari Tersangka. Hanya tertunduk lesu menggunakan masker putih. Cabjari Tana Toraja di Rantepao, Alexander Tanak, mengatakan bahwa "Kasus ini masih bergulir, Kerugian untuk sementara hampir 1 Miliar Kerugian," ucapnya. Alexander Rante Tondok, menambahkan, Perencanan tidak sesuai aturan BOK dan pelaksanaan banyak gagal dan fiktif hingga mark up dan kelebihan bayar. "Jadi perannya E (tersangka), lebih banyak bahkan peran memerintahkan," tuturnya. Ia menjelaskan untuk kelanjutannya harap bersabar. "Entah ada episode berikutnya, kita tunggu saja," jelasnya. Diketahui bahwa Kacabjari Rantepao mengatakan kasus ini ia telah memeriksa ratusan saksi. "Jadi intinya saya tidak mau ditekan - tekan, intinya salah ya salah benar ya benar, dan kasus ini kami periksa hampir seratus," imbuhnya. Ia juga tak menampik beberapa OPD telah termonitor. "Untuk itu jika ada indikasi kita periksa, dan jika memang ada kita gas, saya tidak mau ditekan - tekan," tutupnya. Sebelumnya, Anggota DPRD Toraja Utara, Bubun Borong, (saudari Elisabeth, pemilik Jayata) juga sempat diperiksa mengenai beberapa hal. Mulai dari penggunaan 'Hotel Jayata', di beberapa kegiatan Dinas Kesehatan Toraja Utara. Mulai dari persoalan sewa gedung dan penggunaan kamar, hingga status Jayata dan lain sebagainya. Diketahui bahwa, Dana BOK tersebut total Rp 5,1 Miliar, tepatnya senilai Rp5.161.554.000,- (Lima milyar seratus enam puluh satu juta lima ratus lima puluh empat ribu rupiah) dari APBN. Berikut jenis program prioritas nasional bidang kesehatan yang dibiayai dari Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK): 1. Penurunan AKI-AKB dan perbaikan gizi masyarakat; 2. Upaya deteksi dini, preventif dan respons penyakit; 3. Upaya gerakan masyarakat hidup sehat; 4. Penguatan koordinasi tata kelola UKM sekunder; 5. Dukungan mutu dan akreditasi FKTP; 6. Kefarmasian dan bahan medis habis pakai; 7. Pelayanan kesehatan bergerak; 8. Penguatan kolaborasi Puskesmas dengan klinik pratama dan tempat praktik mandiri dokter (TPMD) dalam pelayanan program prioritas; 9. Kalibrasi alat kesehatan; 10. Pelatihan/peningkatan kapasitas tenaga kesehatan untuk topik prioritas; 11. Peningkatan kapasitas kader kesehatan untuk topik prioritas. Lanjut Kacabjari mengungkapkan bahwa dari Dana BOK sebesar Rp5.161.554.000, dan setelah Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi saksi, dan permintaan Audit ke Lembaga yang berwenang, ternyata dari hasil pemeriksaan Tim Penyidik menemukan berbagai bentuk penyimpangan antara lain adanya pencairan anggaran dengan membuat nota pertanggungjawaban fiktif, melakukan pencairan anggaran perjalanan dinas fiktif. Adanya permintaan pengembalian uang yang sudah ditransfer ke pihak ketiga (cash back), serta adanya pencairan anggaran yang bertentangan dengan ketentuan Perundang Undangan yang mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara. *Edy* #kemenkes #korupsi #fyppppppppppppppppppppppp #torajautara

About