@or_hariff: #foryou #foryoupage #viral

Or
Or
Open In TikTok:
Region: IL
Thursday 27 November 2025 23:38:07 GMT
3139
209
3
7

Music

Download

Comments

lian05298
lian😍💕❤️ :
ואווו את מושלמתתת😍
2025-11-28 00:13:44
1
linoi131
🪬🌊 LINOY🌊🪬 :
ראשונההההההההההה❤️❤️❤️
2025-11-27 23:55:18
0
itay9728
itay :
פרטי מאמי @Or
2025-11-28 00:53:03
0
To see more videos from user @or_hariff, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV:  Kamu terpaksa harus menikah dengan teman dari kamu orok—Riki, karena keluarga kalian yang udah frustasi kalian nggak juga bawa jodoh buat dikenalin. “Yaudah, sih, Cil. Nggak bakal seburuk itu, kan? Kita udah kenal dari lama juga lagian,” ucap Riki, bersandar di ambang pintu kamar kamu dengan gaya sok santai tapi jelas gugup. Kamu mendengus, melirik sinis. “Amit-amit gue harus habisin sisa hidup gue yang berharga sama lo! Ngorok anjir lo kalau tidur!” “Lo juga ileran, Monyet!” Riki membalas cepat, menoyor jidat kamu sebelum kabur keluar kamar, ketawa puas waktu kamu teriak, “Sakit, bego!” Dan entah gimana, dengan segala kekacauan itu... hari pernikahan kalian beneran kejadian. Semuanya berasa kayak mimpi absurd—dari baju pengantin, temen-temen kalian yang teriak “Akhirnya kawin!” yang kemudian dibalas toyoran sama temen yang lain, “Belom, bego!” — sampai foto keluarga yang penuh tawa campur keanehan. “Tenang aja, Cil. Nikah nggak nikah sama aja, kok. Tetep bestie banget kita, bray. Gue nggak bakal nyusahin,” bisik Riki waktu kalian berdiri di depan pelaminan. Tapi suaranya malah bikin dada kamu aneh. Malamnya, setelah resepsi selesai dan orangtua kalian pulang dengan wajah puas, kalian akhirnya tiba di rumah baru—hadiah yang katanya simbol “awal hidup baru kalian.” Hidup baru jidat lu. Kalian duduk di karpet, dikelilingi kado yang menumpuk. Riki membuka amplop pertama, lalu tertawa sambil mengeluarkan segumpal uang seribuan. “Anak setan! Siapa nih ngasih amplop pake pecahan 1000an tebel gini! Capek anying ngitungnya!” Kamu ketawa sampai perut sakit. “Mantan lo kali yang ngasih.” Riki mendelik, “Mantan gue tuh punya selera, nggak bakal kasih amplop pake recehan!” Kamu masih tertawa waktu tangan kamu mengambil satu kado besar berwarna merah polos, dihias pita hitam elegan. “Wih, misterius nih,” gumam kamu sambil menarik pitanya pelan. Dan detik berikutnya... Kamu terdiam. Wajah kamu langsung merah padam. Riki yang lagi sibuk dengan uang seribuan akhirnya noleh. “Apaan sih, Cil? Lo kayak abis liat tuyul.” Tapi begitu matanya ikut menatap isi kotak—sebuah gaun satin maroon tipis dan berkilau, yang jelas-jelas bukan buat acara resmi—dia ikut membeku. “Kok... Anu… itu..” gumamnya kikuk, lalu buru-buru ngelirik ke secarik kertas yang terselip. “MAMI GUE??!” serunya kaget. Kamu langsung nutup kotak itu lagi, mukamu udah panas banget. Riki garuk kepala, ketawa kering. “Haha... Mami gue humornya ada aja ya... hehe...” Suasana jadi absurd. Kamu menatapnya tajam. “Apa sih yang dipikirin Mami lo...” “Gue juga nggak tau, tapi kayaknya beliau mau nyiksa mental gue malam ini.” Sunyi menggantung sebentar, sampai Riki iseng nyeletuk, “...tapi kalo lo mau nyoba bajunya juga gapapa sih—ADUH! Sakit, woi! Jangan lempar-lempar, monyet!!” Kamu baru saja melempar kotak tisu ke arahnya sambil cemberut, menahan sudut bibir agar tidak naik. Riki masih terbahak, gagal menangkis kotak tisu yang kamu lempar sehingga akhirnya mendarat sempurna di keningnya. Dan di antara tawa, canggung, dan ruangan penuh kado itu, kalian saling melirik sesekali—seakan baru sadar, mungkin... “nggak seburuk itu” bukan cuma penghiburan. Mungkin, justru dari kekacauan ini, sesuatu yang lebih berharga sedang pelan-pelan tumbuh. #pov #ni_ki #enhypen #fyp #foryou
POV:  Kamu terpaksa harus menikah dengan teman dari kamu orok—Riki, karena keluarga kalian yang udah frustasi kalian nggak juga bawa jodoh buat dikenalin. “Yaudah, sih, Cil. Nggak bakal seburuk itu, kan? Kita udah kenal dari lama juga lagian,” ucap Riki, bersandar di ambang pintu kamar kamu dengan gaya sok santai tapi jelas gugup. Kamu mendengus, melirik sinis. “Amit-amit gue harus habisin sisa hidup gue yang berharga sama lo! Ngorok anjir lo kalau tidur!” “Lo juga ileran, Monyet!” Riki membalas cepat, menoyor jidat kamu sebelum kabur keluar kamar, ketawa puas waktu kamu teriak, “Sakit, bego!” Dan entah gimana, dengan segala kekacauan itu... hari pernikahan kalian beneran kejadian. Semuanya berasa kayak mimpi absurd—dari baju pengantin, temen-temen kalian yang teriak “Akhirnya kawin!” yang kemudian dibalas toyoran sama temen yang lain, “Belom, bego!” — sampai foto keluarga yang penuh tawa campur keanehan. “Tenang aja, Cil. Nikah nggak nikah sama aja, kok. Tetep bestie banget kita, bray. Gue nggak bakal nyusahin,” bisik Riki waktu kalian berdiri di depan pelaminan. Tapi suaranya malah bikin dada kamu aneh. Malamnya, setelah resepsi selesai dan orangtua kalian pulang dengan wajah puas, kalian akhirnya tiba di rumah baru—hadiah yang katanya simbol “awal hidup baru kalian.” Hidup baru jidat lu. Kalian duduk di karpet, dikelilingi kado yang menumpuk. Riki membuka amplop pertama, lalu tertawa sambil mengeluarkan segumpal uang seribuan. “Anak setan! Siapa nih ngasih amplop pake pecahan 1000an tebel gini! Capek anying ngitungnya!” Kamu ketawa sampai perut sakit. “Mantan lo kali yang ngasih.” Riki mendelik, “Mantan gue tuh punya selera, nggak bakal kasih amplop pake recehan!” Kamu masih tertawa waktu tangan kamu mengambil satu kado besar berwarna merah polos, dihias pita hitam elegan. “Wih, misterius nih,” gumam kamu sambil menarik pitanya pelan. Dan detik berikutnya... Kamu terdiam. Wajah kamu langsung merah padam. Riki yang lagi sibuk dengan uang seribuan akhirnya noleh. “Apaan sih, Cil? Lo kayak abis liat tuyul.” Tapi begitu matanya ikut menatap isi kotak—sebuah gaun satin maroon tipis dan berkilau, yang jelas-jelas bukan buat acara resmi—dia ikut membeku. “Kok... Anu… itu..” gumamnya kikuk, lalu buru-buru ngelirik ke secarik kertas yang terselip. “MAMI GUE??!” serunya kaget. Kamu langsung nutup kotak itu lagi, mukamu udah panas banget. Riki garuk kepala, ketawa kering. “Haha... Mami gue humornya ada aja ya... hehe...” Suasana jadi absurd. Kamu menatapnya tajam. “Apa sih yang dipikirin Mami lo...” “Gue juga nggak tau, tapi kayaknya beliau mau nyiksa mental gue malam ini.” Sunyi menggantung sebentar, sampai Riki iseng nyeletuk, “...tapi kalo lo mau nyoba bajunya juga gapapa sih—ADUH! Sakit, woi! Jangan lempar-lempar, monyet!!” Kamu baru saja melempar kotak tisu ke arahnya sambil cemberut, menahan sudut bibir agar tidak naik. Riki masih terbahak, gagal menangkis kotak tisu yang kamu lempar sehingga akhirnya mendarat sempurna di keningnya. Dan di antara tawa, canggung, dan ruangan penuh kado itu, kalian saling melirik sesekali—seakan baru sadar, mungkin... “nggak seburuk itu” bukan cuma penghiburan. Mungkin, justru dari kekacauan ini, sesuatu yang lebih berharga sedang pelan-pelan tumbuh. #pov #ni_ki #enhypen #fyp #foryou

About