@flyh0ney: можно мне цыфры аткатить в паспарти? я готов к тому что не смогу купить энергетики

flyh0ney
flyh0ney
Open In TikTok:
Region: NL
Wednesday 10 September 2025 09:45:53 GMT
1082
38
20
9

Music

Download

Comments

elililili0_0
Эляля :
Да я тоже в это не верю, думала максимум 22-23
2025-09-10 13:37:35
2
hiikanka
уже не могу :
боже клянусь,мне 24,не верю что я уже мать,я раьотаю,живу самостоятельно,я уже отдельный человек,но люди на улице бывает в шоке,что мне не 17,да и я сама не верю что так быстро выросла
2025-09-15 11:26:00
3
bladyu_333
Миса :
лю постарше
2025-09-12 01:15:12
1
ilusikmukhametova
ilusikmukhametova :
старый
2025-09-11 18:16:29
0
tony_200754...405405
Тони где лазанья :
виндяй уже не тот
2025-09-10 09:50:53
1
bladyu_333
Миса :
😱😱😱
2025-09-12 01:15:05
1
To see more videos from user @flyh0ney, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

*Dua Sosok Misterius Diduga Berkuasa di Balik Pemko Medan, Himpunan Sarjana Hukum Desak Wali Kota Bertindak* Medan (28/10/2025) — Dugaan adanya “orang kuat” di balik lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali mencuat dan mengundang perhatian publik. Dua sosok berinisial M dan D disebut-sebut memiliki pengaruh besar dalam penentuan proyek dan arah kebijakan di lingkungan Pemko Medan. Sorotan tajam datang dari Rahman Syahputra Sirait, Ketua Umum Himpunan Sarjana Hukum (HSH). Dalam keterangannya kepada wartawan, Rahman menilai bahwa dugaan tersebut mengindikasikan adanya penyimpangan serius di balik birokrasi pemerintahan daerah. “Kalau benar M dan D ini memiliki peran kuat di Pemko Medan, maka itu merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang nyata. Wali Kota Medan tidak boleh diam. Ini harus diselidiki secara transparan, dan bila terbukti, harus ada langkah tegas secara hukum maupun administratif,” tegas Rahman, Sabtu (25/10). Ia menjelaskan, praktik seperti ini tidak hanya merusak integritas birokrasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara serta menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan. “Kalau ada orang kuat di belakang yang ikut mengatur, bagaimana kualitas pekerjaan bisa dijamin? Publik berhak tahu siapa aktor di balik semua ini. Jangan sampai Pemko Medan menjadi arena permainan kepentingan,” ujarnya. Himpunan Sarjana Hukum meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, segera memanggil dan memeriksa M dan D untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatan mereka dalam berbagai urusan internal Pemko Medan. “Wali Kota harus berani memanggil dua nama itu, jangan takut. Harus dibuka sejauh mana peran mereka di balik Pemko,” tegas Rahman. Ia juga mendesak agar seluruh kepala OPD dikumpulkan dan diberikan peringatan keras agar tidak tunduk atau takut terhadap tekanan oknum-oknum tertentu. “Wali Kota perlu menegaskan kepada seluruh OPD agar jangan mau diintervensi oleh siapa pun yang mengatasnamakan kekuasaan,” tambahnya. Rahman menuntut dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh kegiatan di lingkungan OPD Pemko Medan untuk memastikan tidak ada praktik titipan, kolusi, atau penyalahgunaan wewenang. “Audit dan usut seluruh kegiatan OPD secara transparan. Jangan ada lagi praktik kolusi atau permainan di balik proyek pemerintah,” ujarnya. Rahman juga mengingatkan para kontraktor dan rekanan agar berhati-hati terhadap dua oknum tersebut. “Kami minta para kontraktor berhati-hati terhadap M dan D. Jangan mau diintimidasi atau diarahkan demi kepentingan pribadi oknum tertentu,” tegasnya. Lebih lanjut, Rahman menyinggung kedekatan M dan D dengan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap. Ia menegaskan, hubungan personal tidak boleh dijadikan alasan untuk mengintervensi kebijakan publik. “Jangan karena kedekatan dengan pejabat, lalu kebijakan dan proyek publik jadi alat kepentingan pribadi. Integritas pemerintahan harus ditegakkan,” katanya. Himpunan Sarjana Hukum juga menyatakan dukungan terhadap langkah mahasiswa dan masyarakat sipil yang terus menyuarakan kebenaran di tengah dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di tubuh Pemko Medan. Hingga berita ini diterbitkan, Wali Kota Medan, Rico Waas, belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan dan desakan yang berkembang tersebut. #infosumutvir4l #medan #walikotamedan #viral
*Dua Sosok Misterius Diduga Berkuasa di Balik Pemko Medan, Himpunan Sarjana Hukum Desak Wali Kota Bertindak* Medan (28/10/2025) — Dugaan adanya “orang kuat” di balik lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali mencuat dan mengundang perhatian publik. Dua sosok berinisial M dan D disebut-sebut memiliki pengaruh besar dalam penentuan proyek dan arah kebijakan di lingkungan Pemko Medan. Sorotan tajam datang dari Rahman Syahputra Sirait, Ketua Umum Himpunan Sarjana Hukum (HSH). Dalam keterangannya kepada wartawan, Rahman menilai bahwa dugaan tersebut mengindikasikan adanya penyimpangan serius di balik birokrasi pemerintahan daerah. “Kalau benar M dan D ini memiliki peran kuat di Pemko Medan, maka itu merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang nyata. Wali Kota Medan tidak boleh diam. Ini harus diselidiki secara transparan, dan bila terbukti, harus ada langkah tegas secara hukum maupun administratif,” tegas Rahman, Sabtu (25/10). Ia menjelaskan, praktik seperti ini tidak hanya merusak integritas birokrasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara serta menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan. “Kalau ada orang kuat di belakang yang ikut mengatur, bagaimana kualitas pekerjaan bisa dijamin? Publik berhak tahu siapa aktor di balik semua ini. Jangan sampai Pemko Medan menjadi arena permainan kepentingan,” ujarnya. Himpunan Sarjana Hukum meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, segera memanggil dan memeriksa M dan D untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatan mereka dalam berbagai urusan internal Pemko Medan. “Wali Kota harus berani memanggil dua nama itu, jangan takut. Harus dibuka sejauh mana peran mereka di balik Pemko,” tegas Rahman. Ia juga mendesak agar seluruh kepala OPD dikumpulkan dan diberikan peringatan keras agar tidak tunduk atau takut terhadap tekanan oknum-oknum tertentu. “Wali Kota perlu menegaskan kepada seluruh OPD agar jangan mau diintervensi oleh siapa pun yang mengatasnamakan kekuasaan,” tambahnya. Rahman menuntut dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh kegiatan di lingkungan OPD Pemko Medan untuk memastikan tidak ada praktik titipan, kolusi, atau penyalahgunaan wewenang. “Audit dan usut seluruh kegiatan OPD secara transparan. Jangan ada lagi praktik kolusi atau permainan di balik proyek pemerintah,” ujarnya. Rahman juga mengingatkan para kontraktor dan rekanan agar berhati-hati terhadap dua oknum tersebut. “Kami minta para kontraktor berhati-hati terhadap M dan D. Jangan mau diintimidasi atau diarahkan demi kepentingan pribadi oknum tertentu,” tegasnya. Lebih lanjut, Rahman menyinggung kedekatan M dan D dengan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap. Ia menegaskan, hubungan personal tidak boleh dijadikan alasan untuk mengintervensi kebijakan publik. “Jangan karena kedekatan dengan pejabat, lalu kebijakan dan proyek publik jadi alat kepentingan pribadi. Integritas pemerintahan harus ditegakkan,” katanya. Himpunan Sarjana Hukum juga menyatakan dukungan terhadap langkah mahasiswa dan masyarakat sipil yang terus menyuarakan kebenaran di tengah dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di tubuh Pemko Medan. Hingga berita ini diterbitkan, Wali Kota Medan, Rico Waas, belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan dan desakan yang berkembang tersebut. #infosumutvir4l #medan #walikotamedan #viral

About