@sinhmacdepbancungthe: Deal áo Blazer Hàn Quốc có Đệm Vai nè🇰🇷 #blazerstyle #sinhmacdepbancungthe #blazeroutfit #aoblazer #blazer

Sinh mặc đẹp, bạn cũng thế
Sinh mặc đẹp, bạn cũng thế
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 20 November 2025 04:21:10 GMT
7224
29
12
2

Music

Download

Comments

oraingaming
Doctor_lee :
Tư vấn
2025-11-21 02:16:12
0
igmailhi
igmailhi :
1m68. 55kg size gì anh
2025-11-23 10:44:17
1
tiklovnca_2424
Sebastian :
m76 55kg ạ
2025-11-21 13:35:12
0
longxintrai
Thành Long :
quần đang mặc là ống rộng ạ
2025-11-25 08:36:14
1
bundaunuocmam360
Ninh Dương :
Hông có màu trắng ạ shop
2025-11-21 07:23:52
1
To see more videos from user @sinhmacdepbancungthe, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sopir Taksi Online di Tangerang Diduga Rudapaksa Penumpang, Pelaku Ditangkap Saat Ops Sikat Jaya 2025 INFO7.ID, TANGERANG | Tim Opsnal Unit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dalam rangka Ops Sikat Jaya 2025 berhasil mengungkap kasus rudapaksa dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang sopir taksi online terhadap perempuan penumpangnya. Pengungkapan kasus ini dipimpin Kanit Resmob IPTU Dimas Maulana, S.Mn. Kasus tersebut dilaporkan ke SPKT Polres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya pada 22 November 2025. Peristiwa terjadi pada Sabtu, 22 November 2025 sekitar pukul 03.30 WIB. Korban berinisial NG (30) memesan jasa taksi online dari kawasan Kukusan, Depok menuju Bandara Soekarno–Hatta. Pelaku menjemput menggunakan mobil yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan pada aplikasi. Dalam perjalanan, pelaku berdalih ingin menepi untuk “mencuci muka”. Saat kendaraan berhenti di bahu Tol Kunciran–Cengkareng sebelum Exit Benda, pelaku berpindah ke kursi penumpang dan mengancam korban, lalu memukul leher dan kepala korban menggunakan benda mirip senjata api, serta memaksa korban membuka pakaian. Korban akhirnya dirudapaksa dalam kondisi tak berdaya. Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku tidak mengantar korban ke bandara, melainkan membawanya kembali ke kawasan Depok dan meninggalkan korban di depan gang rumah kost. Korban kemudian melapor ke Polres Metro Tangerang Kota. Berdasarkan hasil penyelidikan, analisa, dan profiling, polisi mengidentifikasi pelaku berinisial FG (49), warga Bekasi yang berprofesi sebagai sopir taksi online. Tim Resmob melakukan penelusuran hingga menemukan kendaraan pelaku, Mazda 2 warna hijau nopol B-1280-KMZ, terparkir di kawasan Sukamaju, Depok. Pelaku ditangkap pada Minggu dini hari, 23 November 2025, di rumah kontrakannya di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok ketika tengah beristirahat bersama keluarga. Dalam penggeledahan di rumah kontrakan, polisi menemukan satu paket narkotika jenis sabu di dalam dompet pelaku yang kemudian diakui sebagai miliknya. Benda menyerupai senjata api yang digunakan untuk mengancam korban awalnya tidak ditemukan karena pelaku memberikan keterangan palsu bahwa benda itu dibuang ke sungai. Namun pengembangan pada 24 November 2025 berhasil menemukan benda menyerupai senjata api tersebut di bawah jok pengemudi mobil pelaku. Barang bukti yang diamankan meliputi paket sabu terbungkus aluminium foil, pakaian korban, dua ponsel, mobil Mazda 2 warna hijau, benda menyerupai senjata api, dompet dan kartu identitas, serta tas selempang dan pakaian pelaku. Hasil uji urine menyatakan pelaku positif mengandung amphetamine dan methamphetamine. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Ia menyebut melakukan aksi tersebut saat berada di bawah pengaruh narkotika jenis sabu yang dikonsumsinya sehari sebelum kejadian. Pelaku juga mengaku memaksa korban melakukan tindakan lain yang bersifat seksual selama perjalanan kembali menuju Depok. Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Awaludin Kanur, S.I.K., M.H., mengapresiasi kinerja cepat Tim Resmob dan menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani kejahatan seksual serta penyalahgunaan narkotika. Kapolres Metro Tangerang Kota membenarkan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada ketika memesan layanan taksi online, terutama pada malam hari. Ia mengingatkan agar memastikan kendaraan sesuai aplikasi dan tidak tergiur tawaran harga murah. Jika terjadi gangguan kamtibmas, masyarakat diminta segera menghubungi Call Center 110.
Sopir Taksi Online di Tangerang Diduga Rudapaksa Penumpang, Pelaku Ditangkap Saat Ops Sikat Jaya 2025 INFO7.ID, TANGERANG | Tim Opsnal Unit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dalam rangka Ops Sikat Jaya 2025 berhasil mengungkap kasus rudapaksa dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang sopir taksi online terhadap perempuan penumpangnya. Pengungkapan kasus ini dipimpin Kanit Resmob IPTU Dimas Maulana, S.Mn. Kasus tersebut dilaporkan ke SPKT Polres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya pada 22 November 2025. Peristiwa terjadi pada Sabtu, 22 November 2025 sekitar pukul 03.30 WIB. Korban berinisial NG (30) memesan jasa taksi online dari kawasan Kukusan, Depok menuju Bandara Soekarno–Hatta. Pelaku menjemput menggunakan mobil yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan pada aplikasi. Dalam perjalanan, pelaku berdalih ingin menepi untuk “mencuci muka”. Saat kendaraan berhenti di bahu Tol Kunciran–Cengkareng sebelum Exit Benda, pelaku berpindah ke kursi penumpang dan mengancam korban, lalu memukul leher dan kepala korban menggunakan benda mirip senjata api, serta memaksa korban membuka pakaian. Korban akhirnya dirudapaksa dalam kondisi tak berdaya. Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku tidak mengantar korban ke bandara, melainkan membawanya kembali ke kawasan Depok dan meninggalkan korban di depan gang rumah kost. Korban kemudian melapor ke Polres Metro Tangerang Kota. Berdasarkan hasil penyelidikan, analisa, dan profiling, polisi mengidentifikasi pelaku berinisial FG (49), warga Bekasi yang berprofesi sebagai sopir taksi online. Tim Resmob melakukan penelusuran hingga menemukan kendaraan pelaku, Mazda 2 warna hijau nopol B-1280-KMZ, terparkir di kawasan Sukamaju, Depok. Pelaku ditangkap pada Minggu dini hari, 23 November 2025, di rumah kontrakannya di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok ketika tengah beristirahat bersama keluarga. Dalam penggeledahan di rumah kontrakan, polisi menemukan satu paket narkotika jenis sabu di dalam dompet pelaku yang kemudian diakui sebagai miliknya. Benda menyerupai senjata api yang digunakan untuk mengancam korban awalnya tidak ditemukan karena pelaku memberikan keterangan palsu bahwa benda itu dibuang ke sungai. Namun pengembangan pada 24 November 2025 berhasil menemukan benda menyerupai senjata api tersebut di bawah jok pengemudi mobil pelaku. Barang bukti yang diamankan meliputi paket sabu terbungkus aluminium foil, pakaian korban, dua ponsel, mobil Mazda 2 warna hijau, benda menyerupai senjata api, dompet dan kartu identitas, serta tas selempang dan pakaian pelaku. Hasil uji urine menyatakan pelaku positif mengandung amphetamine dan methamphetamine. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Ia menyebut melakukan aksi tersebut saat berada di bawah pengaruh narkotika jenis sabu yang dikonsumsinya sehari sebelum kejadian. Pelaku juga mengaku memaksa korban melakukan tindakan lain yang bersifat seksual selama perjalanan kembali menuju Depok. Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Awaludin Kanur, S.I.K., M.H., mengapresiasi kinerja cepat Tim Resmob dan menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani kejahatan seksual serta penyalahgunaan narkotika. Kapolres Metro Tangerang Kota membenarkan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada ketika memesan layanan taksi online, terutama pada malam hari. Ia mengingatkan agar memastikan kendaraan sesuai aplikasi dan tidak tergiur tawaran harga murah. Jika terjadi gangguan kamtibmas, masyarakat diminta segera menghubungi Call Center 110.

About