@haribagussetiawan: GRUP WOLO KOREA BERSHOLAWAT.🌿 Bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan Majelis Azzahir Pekalongan & Kh Anwar Zahid. 🗓️Minggu, 30 November 2025 ⏰Pukul 19.00 Wib #majelissholawat #azzahirpekalongan #habibalizainalabidin #azzahir #majelisazzahir

🇮🇩 Haribagus Official 🇮🇩
🇮🇩 Haribagus Official 🇮🇩
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 24 November 2025 03:47:25 GMT
3765
102
8
30

Music

Download

Comments

ailuna005
Ai Luna :
Izin share kk
2025-11-29 02:46:13
2
aulia37175
aulia :
👍👍👍
2025-11-24 07:24:46
1
kmu_nnyak54
XyZ_auLL💤 :
😁
2025-11-29 08:35:09
0
rezareza39497
Reza Reza :
😅😅😅
2025-11-24 15:09:47
0
muhsahid724
Rodhiyatun :
ada kontak panitia nya kk
2025-11-26 08:38:28
0
muhsahid724
Rodhiyatun :
maaf kk mau ikut rekomendasi kursi lipat kk,kami siap antar jemput sampai lokasi
2025-11-26 08:39:26
0
To see more videos from user @haribagussetiawan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Apakah kita mengira bahwa hidup ini bukan pilihan? Padahal sejak ruh ditiupkan ke raga, manusia telah diberi dua lorong: satu terang benderang, satu lagi gelap yang menggoda. Dan setiap langkah yang kita taruh di tanah ini selalu ditagih oleh hukum ilahi: apa yang kau pilih, itulah yang menuntunmu.  Ketika kita terperosok di jalan yang salah, jangan buru-buru mengutuk takdir karena takdir bukan cambuk yang memaksa, melainkan ladang yang menunggu kita menanam. Dan benih yang kita lempar ke tanah, itulah takdir kita. Bukan pada hasil, tapi pada pilihan untuk menanam. “Siapa yang ingin, hendaklah beriman; dan siapa yang ingin, hendaklah kafir.” (QS : Al-Kahfi :29) Ini bukan ajakan maksiat, tapi penegasan bahwa pilihan itu diberikan dan kelak akan dipertanggungjawabkan.  “Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS : Ar-Ra’d:11)  “Bersemangatlah pada yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Allah, dan jangan lemah.” (HR. Muslim)  Semua dalil ini menyatukan satu makna: manusia dipersilakan memilih, lalu Allah menetapkan akibatnya.  Takdir Muallaq dan Takdir Mubram  Takdir Muallaq (Takdir yang Tergantung Pada Usaha)  Yakni ketentuan Allah yang bisa berubah dengan doa, amal, atau sebab tertentu.  Dalilnya : HR. At-Tirmidzi  “Tidak ada yang dapat mengubah takdir selain doa.”  Contoh: Umur seseorang bisa panjang atau pendek sesuai amal silaturahmi.  Takdir Mubram (Takdir yang Tidak Bisa Diubah)  Inilah takdir yang sudah
Apakah kita mengira bahwa hidup ini bukan pilihan? Padahal sejak ruh ditiupkan ke raga, manusia telah diberi dua lorong: satu terang benderang, satu lagi gelap yang menggoda. Dan setiap langkah yang kita taruh di tanah ini selalu ditagih oleh hukum ilahi: apa yang kau pilih, itulah yang menuntunmu. Ketika kita terperosok di jalan yang salah, jangan buru-buru mengutuk takdir karena takdir bukan cambuk yang memaksa, melainkan ladang yang menunggu kita menanam. Dan benih yang kita lempar ke tanah, itulah takdir kita. Bukan pada hasil, tapi pada pilihan untuk menanam. “Siapa yang ingin, hendaklah beriman; dan siapa yang ingin, hendaklah kafir.” (QS : Al-Kahfi :29) Ini bukan ajakan maksiat, tapi penegasan bahwa pilihan itu diberikan dan kelak akan dipertanggungjawabkan. “Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS : Ar-Ra’d:11) “Bersemangatlah pada yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Allah, dan jangan lemah.” (HR. Muslim) Semua dalil ini menyatukan satu makna: manusia dipersilakan memilih, lalu Allah menetapkan akibatnya. Takdir Muallaq dan Takdir Mubram Takdir Muallaq (Takdir yang Tergantung Pada Usaha) Yakni ketentuan Allah yang bisa berubah dengan doa, amal, atau sebab tertentu. Dalilnya : HR. At-Tirmidzi “Tidak ada yang dapat mengubah takdir selain doa.” Contoh: Umur seseorang bisa panjang atau pendek sesuai amal silaturahmi. Takdir Mubram (Takdir yang Tidak Bisa Diubah) Inilah takdir yang sudah "paten" di Lauhul Mahfuzh: kapan mati, di mana mati, siapa orang tua, jenis kelamin, dsb. Dalilnya : Surah Al-A‘raf:34 “Jika ajal mereka datang, tidak dapat dimundurkan dan tidak dapat dipercepat.” Ini adalah garis yang tidak bisa diperlunak oleh doa, air mata, atau lari sejauh apa pun. Pada akhirnya, takdir itu bukan tembok kokoh, tapi peta luas. Ada jalan yang tak bisa digeser: itulah mubram. Ada jalan yang bisa dibelokkan: itulah muallaq. Dan manusia berjalan dengan dua kaki: satu kaki adalah ikhtiar, satu kaki lagi adalah tawakal. Jika salah satu patah, perjalanan pun pincang. #creatorsearchinsights #TikTokSeries #series #istidraj

About