@rudiindrocahyono101267: Ruang rapat itu awalnya tenang. Sebuah RDP antara Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI pada Rabu 25 Nopember 2025 kemarin, dengan beberapa elemen masyarakat berjalan sebagaimana biasanya—penuh formalitas, penuh kalimat diplomatis, dan penuh janji yang sudah terlalu sering terdengar seperti lagu lama. Namun, ketenangan itu pecah ketika seorang lelaki tua berdiri. Rambutnya memutih, punggungnya sedikit membungkuk, tapi sorot matanya masih tajam seperti kapur yang dulu menari di papan tulis selama puluhan tahun. Ia adalah seorang pensiunan guru SD negeri, seorang P3K yang telah mengabdi 35 tahun 6 bulan. Empat dekade kurang sedikit. Waktu yang cukup panjang untuk menyaksikan generasi berganti, anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa, dan negeri berjalan terseok-seok dalam perubahan. Dengan suara yang tidak keras, namun cukup untuk membuat ruangan membeku, ia berkata, “Saya mengajar lebih dari 35 tahun… tapi saat saya pensiun, saya hanya menerima… nol rupiah.” Nol. Angka paling kecil, juga paling menyakitkan. Kalimat itu melayang seperti batu kecil yang dilemparkan ke danau—gelombangnya memantul ke wajah para pejabat yang duduk tegap, wajah yang berusaha tetap netral namun tak sepenuhnya mampu menyembunyikan keterkejutan. Guru tua itu melanjutkan. “Anehnya, Anggota Dewan yang hanya bekerja satu periode… bisa mendapatkan pensiun seumur hidup. Sementara saya, yang setiap hari mengumpulkan anak-anak, membersihkan ingus mereka, menenangkan tangis mereka, memberi harapan pada masa depan mereka… saya tidak mendapat apa-apa.” Ia tertawa kecil. Bukan tawa bahagia, tetapi tawa getir yang biasa muncul dari seseorang yang sudah terlalu lama menelan kenyataan pahit. “Satu periode saja sudah cukup untuk hidup tenang sampai mati… sementara saya mengabdi tiga dekade lebih, tapi di hari tua, negara berkata: ‘Maaf Pak Guru, uangmu nihil’.” Suasana ruang rapat menjadi kental. Para petinggi yang tadinya sibuk dengan berkas dan ponsel, mulai menatapnya. Tak ada yang berbicara. Kata-kata guru itu terlalu tajam untuk langsung dibalas, terlalu jujur untuk diabaikan. Lelaki itu kembali berbicara, suaranya semakin mantap. “Saya juga ingin bertanya… kenapa seorang Kepala Desa yang menjabat satu atau dua periode bisa menerima uang pensiun dan bahkan tanah bengkok? Tanah yang bisa digarap, bisa menghasilkan. Mengapa penghargaan bagi mereka begitu jelas, sementara penghargaan untuk guru… hanya sebuah angka bulat, 0?” Ia menghela napas panjang. Napas seorang ayah bangsa kecil, yang pernah memegang tangan ratusan anak, tapi kini tangannya sendiri terasa kosong. “Bukankah guru adalah pekerjaan yang katanya ‘mulia’? Bukankah kami yang mencetak dokter, polisi, pejabat, bahkan anggota dewan yang duduk di kursi ini?” Ia menatap satu per satu mereka, seakan ingin memastikan kalimat itu tidak hanya terdengar, tetapi masuk ke hati. “Kalau guru yang mencerdaskan bangsa kalian saja tidak dihargai, bagaimana mau berharap negeri ini jadi baik?” Beberapa orang mulai menunduk. Entah karena tersentuh, atau karena tidak siap menatap cermin yang baru saja diletakkan di depan wajah mereka. Guru itu menutup dengan satu kalimat sederhana—kalimat yang mengguncang seluruh ruangan. “Saya ini pensiunan, Pak… tapi saya masih manusia. Saya masih perlu makan.” Dan tiba-tiba, semua gelar, kursi empuk, dan mikrofon mewah itu terasa kecil sekali di hadapan seorang guru yang pulang dari medan pengabdian dengan tangan kosong. Semoga Hari Guru masih memiliki Makna Wallahu 'Alam Bisshowab By Shadow #fyp #fypindonesiaシ #gurup3k #renungankehidupan #harigurunasional
rudiindrocahyono101267
Region: ID
Friday 28 November 2025 22:21:26 GMT
Music
Download
Comments
Delda Yanti :
sabar pak guru..didunia anda kalah diakhirat anda menang..semoga ilmu yg diberika selama mengajar insya allah membawa menuju syurga
2025-11-29 03:11:31
152
Ali Topan :
dpr tidak memperjuangkan nasib rakyat tapi memperjuangan diri sendiri
2025-11-29 03:13:44
240
umientin :
yang banyak malah serakah yang sedikit jadi berkah pilih mana? yang sabar ya bapak ibu guru rijki manusia sudah ditentukan sama Alloh 🙏🤲
2025-11-30 03:23:25
0
MaqDang :
kami rakyat indonesia tidak iklas anggota dpr dapat pensiunan ....lebih baik berikan pada guru honorer
2025-11-29 05:20:32
56
ratu 113 :
begini aj masih aj ada yg zolim,menghina, menghujat para PPPK karena berjuang menuntut persamaan hak😭😭😭😭
2025-11-29 06:21:52
42
d. efendi :
ketidak adilan di negara kita dipertontonkan terang benderang
sangat miris sekali
2025-11-29 04:37:26
33
momymahyra :
mertua ku pernah jadi anggota DPR RI dapet pensiun smpai sekarang, tp beliau juga pensiun guru. dan sekarang aku lolos ASN meskipun hanya PPPK tp bersyukur dan ga ngebandingin gaji. dan yakin meskipun sedikit asal berkah itu terasa banget
2025-11-29 03:40:28
5
Julaeha AG 434 :
aku 56 thn, sampai hr ini baru P3k, alhamdulillah dgn bersyukur, tetap tenang, gak takut dgn pensiun yg sdh didepan mata, sbb, rizki pasti kt dpt,
2025-11-29 05:08:02
7
Rick Band :
pemerintah dari duluuu ngga prnah peduli sama gaji guru" memang mirisnasib guru🥰🤣
2025-11-29 04:40:33
9
Fatih ikramullah :
bukan cuma guru p³k saja yg tidak mendapatkan pensiunan. tenaga kesehatan, tenaga teknis juga senasib
2025-11-29 07:19:50
5
4UD4🌹🦀 :
sangat miris di NKRI, semoga semua guru selalu dlm lindungan Allah SWT 🤲 Aamiin
2025-11-29 11:07:21
6
syamsuddinmaya :
Yang menyedot APBN ada anggota Dewan.
Klo harus ada pensiun, maka gaji dan tunjangannya harus sama dengan guru dan dosen.
2025-11-29 14:34:24
5
rinidwilestari :
tak terasa air mata menetes membacanya,,
semoga hati para pemangku kebijakan terbuka olehnya
2025-11-29 00:28:10
19
Dodiiskandar08 :
sungguh luar biasa
2025-11-30 03:03:52
0
ida :
saya guru honorer di sekolah swasta yg sudah mengabdi selama 22 tahun, diangkat jadi P3K aja sangat sulit bahkan didiskriminasikan dg alasan tdk ada kuota untuk guru bagi yg mengajar di sekolah swasta. walau dg gaji minim kami tetap mengabdi demi masa depan anak² bangsa. Semoga suatu saat keadilan itu datang
2025-11-29 08:31:09
0
harris :
Rakyat harus mulai sadar apa artinya pesta 5 tahunan hanya menguntungkan siapa
2025-11-29 09:18:03
4
Idian Af :
namanya dunia tdk ada keadilan yg hakikih
2025-11-30 02:11:02
0
Refresh :
naaah,,, kok para pejabat tidak mikir ke sini ya. heran 😁
2025-11-29 12:31:54
0
suyantosupardi🇮🇩🇭🇲 :
dpr gaji dibuat seakan umr yang bikin melongo tunjangan dengan berbagai jenis namanya ,tunjangan ini tunjangan itu tunjangan ono dlsb yang semuanya sengaja dibuat untuk kalangan mereka
2025-11-29 22:22:01
0
Adly :
Dan masih banyak lagi ketidakadilan d ngeri ini. Selain hal tersebut, orang yg mau mencari kerja diwajibkan mengurus SKCK, jika pernah cacat hukum alamat ditolak, tapi klo mencalonkan DPR walopun mantan Tipikor tetap boleh mencalonkan. 😥
2025-11-29 07:55:59
2
DUNIA BERBAGI :
semoga menyadari
2025-11-29 04:57:49
0
encheknb4ever!🎸 :
dimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 🤔
2025-11-29 11:32:39
0
@tyaAS :
miris
2025-11-29 13:46:30
0
Nina_yuliantini :
seseorang yang telah berjuang mencerdaskan Bangsa TDK mendapatkan keadilan sosial dalam kehidupan nya😳
2025-11-29 00:36:11
13
To see more videos from user @rudiindrocahyono101267, please go to the Tikwm
homepage.