@.mahmoud_lmran0: ان الذين قالو ان الله هوا المسيح🤔☺️🎬🖤 #اكتب_شي_توجر_عليه #مقتطفات🖤🎧 #قصص🖤🎧 #الشيخ_كشك🖤🎧 #صلي_علي_النبي_محمد_صلي_الله_عليه_وسلم

♡︎ هــڼۨــا مۘــدڔســۃ ﷴ ﷺ
♡︎ هــڼۨــا مۘــدڔســۃ ﷴ ﷺ
Open In TikTok:
Region: AE
Friday 24 April 2026 14:03:00 GMT
83413
5999
173
350

Music

Download

Comments

user1911825214426
𝑺𝑯𝄞⃝🇪🇬𝑬𝑹𝑬𝑬𝑵 :
انا مسلمه سنيه مصريه و افتخر👑
2026-05-16 19:52:53
42
anastheking9
🤔Anas❄️🌊🙅🫢 :
الحمدلله على نعمه الاسلام
2026-05-30 06:43:53
1
sa3d_saad
👽✨️سعSAIDيد✨️👽 :
بالله عليك ادعيلي أنجح واجيب مجموع عالي السنادي دعوه ٤٠ غريب مستجابه
2026-04-24 22:26:47
6
nour786288
💞 العنيده 💞 :
الحمد لله على نعمه الاسلام وكفي بها نعمه
2026-05-29 15:24:40
4
rero8680
Rero :
من مخلص العالم ياشيخنا جاوب
2026-05-19 23:17:58
1
user2571675023353
ادعو إلى الله عز وجل :
الحمد لله على نعمه الاسلام اعتز بدينكم
2026-05-31 13:30:13
2
bodamostafa555
Bøđą 👻 :
ربنا يبارك فيك الله لا اله الا هو الحي القيوم
2026-05-30 03:24:58
1
redamedellel5
HAN-iNe :
الحمد لله الحمد لله الحمد لله على نعمه الاسلام شكرا شكرا
2026-05-29 14:53:56
1
mohammad.hamed.el7
💯🇱🇧𝑲𝒊𝒏𝒈🇪🇬💯 :
لا إله إلا الله 🥰🥰
2026-05-31 21:21:12
1
ibrahimf67
Ibrahim_Jaff :
ونعم بالله
2026-04-24 18:10:50
2
ahmtoali
Ahmto Ali :
ونعمة بالله
2026-05-01 20:56:15
1
.a031982
الہحہيہاة سٌٍفُہيہنہة 𓊝 𝜜 :
سلسله الصلاه على النبي محمد 🥰
2026-05-18 14:21:53
9
lobna.2025.12.11
لبنى :
2026-05-07 18:08:26
1
.a031982
الہحہيہاة سٌٍفُہيہنہة 𓊝 𝜜 :
سلسله لا اله الا الله 🥰
2026-05-18 14:21:48
1
hussein13096
حسين :
لا اله إلا الله
2026-04-24 14:06:34
2
user4629221353079
الحمد لله :
الحمد الله على نعمة الإسلام والمسلمين
2026-05-22 13:16:50
1
.a031982
الہحہيہاة سٌٍفُہيہنہة 𓊝 𝜜 :
سلسله استغفر الله 🥰
2026-05-18 14:21:58
1
.a031982
الہحہيہاة سٌٍفُہيہنہة 𓊝 𝜜 :
سلسله الله اكبر 🥰
2026-05-18 14:22:02
1
.a031982
الہحہيہاة سٌٍفُہيہنہة 𓊝 𝜜 :
سلسله الحمد لله 🥰
2026-05-18 14:22:08
1
user3631939023611
60881639 :
إنا لله وإنا إليه راجعون في هذا الوقت والزمن لااله الاالله محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين وسلم تسليما كثيرا إلى ي
2026-05-18 20:35:38
0
badr.badrxs
Badr :
لا اله الا الله محمد رسول الله
2026-05-02 21:59:27
1
To see more videos from user @.mahmoud_lmran0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi Palu 2018 — Pada 28 September 2018 pukul 18:02 WITA sebuah gempa besar mengguncang lepas pantai Donggala, dengan kekuatan sebesar M7.5 dan kedalaman ~10–20 km. Gempa ini merupakan tipe sesar geser pada segmen Palu-Koro; rekonstruksi ruptur menunjukkan ruptur merambat ke arah selatan melewati teluk Palu dan di sepanjang daratan di sisi barat kota. Peristiwa ini memicu deretan aftershock kuat pada jam-jam dan hari-hari berikutnya.  Hanya dalam hitungan menit setelah gempa, tsunami lokal menghantam pesisir Teluk Palu—gelombang yang melanda sangat cepat dan pada beberapa lokasi mencapai beberapa meter (laporan lapangan mencatat run-up hingga 6–10 m di titik tertentu; banyak angka run-up menurun ke 2–4 m di zona permukiman). Analisis sumber tsunami menemukan beberapa kontribusi: pergeseran dasar laut dari ruptur sesar, longsoran bawah laut dan di lereng pantai (submarine/near-shore landslides), dan fenomena “sloshing” dalam bentuk teluk yang sempit yang memperkuat gelombang—yang semuanya menjelaskan mengapa gelombang datang dengan cepat dan berganti-ganti.  Fenomena likuefaksi di Palu adalah salah satu aspek paling dramatis dan mematikan. Di dataran alluvial, khususnya permukiman Petobo, Balaroa, dan Jono Oge—tanah berbutir halus dan berair kehilangan kekuatan saat diguncang sehingga bertindak seperti fluida; bangunan “terapung/tertelan” dan aliran lumpur bergerak layaknya gelombang yang menelan komplek pemukiman. Survei geoteknik dan studi lapangan menyimpulkan kondisi tanah lunak, kedalaman muka air tanah dangkal, tebal sedimen lunak, dan intensitas ground shaking menjadi kombinasi penyebab utama likuefaksi masif tersebut.  Hitungan resmi akhir yang dipublikasikan sejumlah instansi menunjukkan total korb4n menin99al sekitar ±4.340 orang, ribuan luka-luka, puluhan ribu rumah hancur/terendam, dan ratusan ribu jiwa mengungsi. Palu dan kabupaten sekitarnya mengalami kerusakan infrastruktur termasuk bandara, rumah sakit, jembatan, dan pelabuhan. Respon darurat dikomandoi BNPB, pemerintah daerah, TNI/POLRI, dan organisasi internasional, dengan evakuasi dan operasi pencarian-penyelamatan berlangsung selama minggu pertama lalu berlanjut ke fase pemulihan panjang.  Beberapa fakta mengejutkan teknis yang muncul dari kajian pasca-bencana: gelombang tsunami yang melanda Palu memiliki periode pendek dan muncul dalam beberapa impuls sangat cepat (bukan gelombang panjang tunggal), sehingga peringatan dan waktu evakuasi praktis sangat singkat; likuefaksi di Petobo/Balaroa menunjukkan perilaku “flow-like” skala besar—fenomena yang jarang direkam dengan begitu jelas di kawasan perkotaan; dan peta intensitas gempa (MMI) menunjukkan area-area dengan intensitas ekstrem (MMI ~IX–X) yang sesuai dengan tingkat kerusakan parah.  Secara fisik, Kota Palu dan teluknya memperparah kerentanan: Palu terletak di ujung teluk yang relatif sempit dan memanjang sehingga energi gelombang tsunami terfokus (funnel effect). Banyak pemukiman yang berkembang di dataran aluvial dan delta sungai yang diisi sedimen muda — kondisi ideal untuk likuefaksi saat diguncang kuat. Di samping itu, beberapa fasilitas kritis dan infrastruktur padat berdiri dekat garis pantai atau di dataran reklamasi, membuat kerusakan dan kesulitan logistik pascabencana menjadi jauh lebih serius. #bencanaalam #gempa #tsunami #likuifaksi #palu
Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi Palu 2018 — Pada 28 September 2018 pukul 18:02 WITA sebuah gempa besar mengguncang lepas pantai Donggala, dengan kekuatan sebesar M7.5 dan kedalaman ~10–20 km. Gempa ini merupakan tipe sesar geser pada segmen Palu-Koro; rekonstruksi ruptur menunjukkan ruptur merambat ke arah selatan melewati teluk Palu dan di sepanjang daratan di sisi barat kota. Peristiwa ini memicu deretan aftershock kuat pada jam-jam dan hari-hari berikutnya. Hanya dalam hitungan menit setelah gempa, tsunami lokal menghantam pesisir Teluk Palu—gelombang yang melanda sangat cepat dan pada beberapa lokasi mencapai beberapa meter (laporan lapangan mencatat run-up hingga 6–10 m di titik tertentu; banyak angka run-up menurun ke 2–4 m di zona permukiman). Analisis sumber tsunami menemukan beberapa kontribusi: pergeseran dasar laut dari ruptur sesar, longsoran bawah laut dan di lereng pantai (submarine/near-shore landslides), dan fenomena “sloshing” dalam bentuk teluk yang sempit yang memperkuat gelombang—yang semuanya menjelaskan mengapa gelombang datang dengan cepat dan berganti-ganti. Fenomena likuefaksi di Palu adalah salah satu aspek paling dramatis dan mematikan. Di dataran alluvial, khususnya permukiman Petobo, Balaroa, dan Jono Oge—tanah berbutir halus dan berair kehilangan kekuatan saat diguncang sehingga bertindak seperti fluida; bangunan “terapung/tertelan” dan aliran lumpur bergerak layaknya gelombang yang menelan komplek pemukiman. Survei geoteknik dan studi lapangan menyimpulkan kondisi tanah lunak, kedalaman muka air tanah dangkal, tebal sedimen lunak, dan intensitas ground shaking menjadi kombinasi penyebab utama likuefaksi masif tersebut. Hitungan resmi akhir yang dipublikasikan sejumlah instansi menunjukkan total korb4n menin99al sekitar ±4.340 orang, ribuan luka-luka, puluhan ribu rumah hancur/terendam, dan ratusan ribu jiwa mengungsi. Palu dan kabupaten sekitarnya mengalami kerusakan infrastruktur termasuk bandara, rumah sakit, jembatan, dan pelabuhan. Respon darurat dikomandoi BNPB, pemerintah daerah, TNI/POLRI, dan organisasi internasional, dengan evakuasi dan operasi pencarian-penyelamatan berlangsung selama minggu pertama lalu berlanjut ke fase pemulihan panjang. Beberapa fakta mengejutkan teknis yang muncul dari kajian pasca-bencana: gelombang tsunami yang melanda Palu memiliki periode pendek dan muncul dalam beberapa impuls sangat cepat (bukan gelombang panjang tunggal), sehingga peringatan dan waktu evakuasi praktis sangat singkat; likuefaksi di Petobo/Balaroa menunjukkan perilaku “flow-like” skala besar—fenomena yang jarang direkam dengan begitu jelas di kawasan perkotaan; dan peta intensitas gempa (MMI) menunjukkan area-area dengan intensitas ekstrem (MMI ~IX–X) yang sesuai dengan tingkat kerusakan parah. Secara fisik, Kota Palu dan teluknya memperparah kerentanan: Palu terletak di ujung teluk yang relatif sempit dan memanjang sehingga energi gelombang tsunami terfokus (funnel effect). Banyak pemukiman yang berkembang di dataran aluvial dan delta sungai yang diisi sedimen muda — kondisi ideal untuk likuefaksi saat diguncang kuat. Di samping itu, beberapa fasilitas kritis dan infrastruktur padat berdiri dekat garis pantai atau di dataran reklamasi, membuat kerusakan dan kesulitan logistik pascabencana menjadi jauh lebih serius. #bencanaalam #gempa #tsunami #likuifaksi #palu

About